Wanita Bicara Pakai Perasaan, Sedangkan Pria Bicara Apa Adanya. Benarkah Begitu ?

Perasaan vs logika, kalau mendengar kata "perasaan" yang muncul dalam benak kita pasti ini ada hubungannya dengan wanita, sebaliknya kalau mendengar kata "logika" ini identik dengan pria. Mengapa bisa begitu? Karena pemikiran wanita lebih sering didominasi oleh perasaan, sedangkan pria didominasi oleh logika. Itulah salah satu alasan kenapa agan dan sista suka berselisih dengan pasangannya masing-masing...


 
Dalam sebuah perselisihan atau perdebatan, seorang pria mengartikan kata-kata "khas" wanita sebagai usaha wanita untuk memenangkan perdebatan saja. Tetapi untuk dapat menyelesaikan perdebatan dengan baik, pria harus mengerti bahwa seorang wanita akan menggunakan kata-kata perumpamaan alias kode, bukan apa yang diinginkan sesungguhnya. Oleh karena itu agan seharusnya tidak mengartikan secara apa adanya.

Misalnya, pacar agan berkata "Kalau aku duduk di sebelah perempuan yang mengenakan pakaian yang sama denganku, lebih baik aku mati saja. Tidak ada hal lain yang lebih sial daripada mengenakan pakaian yang sama dengan perempuan lain". Tentu saja pacar agan tidak benar-benar ingin mati, tapi bisa saja agan-agan yang mengartikan secara harfiah dan menanggapinya seperti ini,"Kau tidak akan mati. Banyak hal lain yang lebih sial dari itu!"

Kalimat itu akan terdengar sinis bagi seorang wanita, tapi untuk hal yang sama seorang wanita juga harus belajar untuk berdebat secara logis jika ingin memenangkan suatu perdebatan dengan pria. Berbeda halnya ketika bercerita dengan sesama wanita, yang cenderung akan memiliki persepsi yang sama.

Perbedaan Persepsi


 
Pria dan wanita memahami dunia dengan persepsi yang berbeda. Pria pada umumnya melihat hal-hal memiliki hubungan satu sama lainnya dalam pengertian ruang, seperti saat menyusun kepingan-kepingan puzzle menjadi satu. Sedangkan wanita, secara harfiah memandang dunia sebagai gambar yang lebih besar, luas, dan memerhatikan detail-detail kecil secara teliti.

Kesadaran pria berkaitan dengan sebuah pendapat terhadap hasil, pencapaian tujuan, status dan kekuasaan, mengalahkan saingan, serta bagaimana bisa efisien mengarah ke dasar masalah. Sedangkan kesadaran wanita terpusat pada komunikasi, kerja sama, harmoni cinta, serta rasa berbagi dan hubungan antara satu dengan yang lainnya.

Apa yang Dibicarakan?


 
Kalau agan sedang berkumpul dengan teman-teman agan, yang dibicarakan biasanya seputar kegiatan atau pekerjaan mereka, hobi, olahraga, hal-hal mekanis, berita yang sedang hangat, atau mungkin juga obrolan "++". Sedangkan kalau sista-sista biasanya membicarakan terkait dengan diet, produk kecantikan, pakaian, kekasih, gosip, hubungan dengan teman lain, dan segala hal yang berhubungan dengan rahasia pribadi. Bermain dalam kelompok kecil dan berbagi "rahasia" merupakan suatu alat pengikat anggota dalam kelompok. Dari segi bahan obrolan saja sudah sangat berbeda 'kan.

Apa yang Dikehendaki Pria dan Wanita Sesungguhnya?

 

Sebuah penelitian di lima negara, telah menanyakan apa yang diinginkan pria dan wanita sesungguhnya dengan diminta untuk memilih kata-kata yang menggambarkan mengenai sifatnya. Pria banyak yang memilih kata botak, gemar bersaing, bisa diandalkan, dominan, tegas, dikagumi, dan praktis. Sedangkan wanita memilih sifat-sifat hangat seperti mencinta, dermawan, ramah, menarik, baik hati, dan senang memberi. Hal itu bisa berarti bahwa wanita senantiasa ingin membantu dan ingin bertemu dengan orang-orang yang menarik. Sedangkan pria rata-rata menginginkan harga diri, kekuasaan, dan benda-benda penting. Dapat kita tarik hal penting dari sini bahwa pria menghargai benda-benda penting, sedangkan wanita menghargai adanya hubungan.

Mengapa Pria Hanya Ingin Satu Hal?
 

Pria menginginkan seks, sedangkan wanita menginginkan cinta. Hal itu telah diketahui sejak dulu. Tapi kenapa bisa begitu dan seakan tabu untuk dibicarakan. Padahal perkara ini adalah sumber dari keluhan dan pertengkaran antara suami dan istri.

Ketika ditanyakan pada sebagian besar wanita apa yang diinginkan mereka dari pria, mereka pun menjawab menginginkan seorang pria dengan ciri fisik yang terlihat gagah dan pemberani. Tapi wanita juga menginginkan pria yang penuh perhatian, lembut dan peka, serta pandai berkomunikasi seperti sifat wanita pada umumnya. Sayangnya oleh kebanyakan wanita, gabungan dari tubuh jantan dan nilai-nilai wanita itu biasanya ditemukan hanya pada pria gay atau pria yang kewanita-wanitaan.

Bagi wanita untuk dapat merasakan dan menikmati cinta, wanita harus merasa dicintai, disayang, dikagumi dan penting. Sedangkan bagi pria, biasanya baru dapat peka dan lebih mencintai saat sudah melakukan suatu "hubungan". Di sinilah berawalnya kerumitan itu, namun seringkali tidak disadari. Perbedaan pengutamaan seks bagi wanita dan pria yang sangat bertolak belakang menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi pasangan dan bisa menjadi alasan yang kuat bagi suami dan istri untuk saling melengkapi. Jadi perbedaan bukanlah alasan untuk terus berselisih dengan pasangan, tetapi justru bisa menjadi ikatan yang semakin memperat hubungan agan dan sista dengan pasangannya masing-masing.
Loading...
Post a Comment
Powered by Blogger.